Pengelolaan Tanaman Guna Pemanfaatan
Lahan Tidak Produktif
Salah satu pulau yang mempunyai tingkat kesuburan bagus namun sudah semakin menyempit yaitu pulau Jawa. Penduduk yang tinggal semakin banyak, lahan pertanian semakin menyempit akibat pengalihan fungsi lahan untuk perumahan. Namun masih banyak lahan-lahan luas yang kurang produktif yang terdapat diluar pulau Jawa, seperti Kalimantan,
Adapun upaya yang bisa dilakukan dalam pemanfaatan lahan sebagai lahan pertanian sehingga dapat dimanfaatkan dan diberdayakan secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan petani yaitu sebagai berikut:
1. Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Pertanian
a. Padi sawah
Budidaya padi sawah selalu diupayakan oleh petani transmigrasi untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Akan tetapi budidaya padi sawah di lahan gambut dihadapkan pada berbagai masalah terutama menyangkut kendala-kendala fisika, kesuburan serta pengelolaan tanah dan air. Kunci keberhasilan budidaya padi sawah pada lahan gambut terletak pada keberhasilan dalam pengelolaan dan pengendalian air, penanganan sejumlah kendala fisik yang merupakan faktor pembatas, penanganan substansi toksik dan pemupukan unsur makro dan mikro.
b. Tanaman perkebunan dan industri
Budidaya tanaman-tanaman perkebunan berskala besar banyak dikembangkan di lahan gambut terutama oleh perusahaan-perusahaan swasta. Pengusahaan tanaman-tanaman ini kebanyakan dikembangkan di propinsi Riau dengan memanfaatkan gambut tebal. Sebelum penanaman, dilakukan pemadatan tanah dengan menggunakan alat-alat berat. Sistem drainase yang tepat sangat menentukan keberhasilan budidaya tanaman perkebunan di lahan tersebut. Pengelolaan kesuburan tanah yang utama adalah pemberian pupuk makro dan mikro.
Tanaman perkebunan yang sering dibudidayakan antara lain seperti kelapa sawit, sagu, karet, kopi dan kelapa, nanas (Ananas cumosus) merupakan tanaman yang menunjukkan adaptasi yang tinggi pada gambut berdrainase. Nanas bisa beradaptasi dengan baik pada keadaan kemasaman yang tinggi dan tingkat kesuburan yang rendah. Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman tahunan yang cukup sesuai pada lahan gambut dengan ketebalan sedang hingga tipis dengan hasil sekitar 13 ton/ha pada tahun ketiga penanaman.
c. Tanaman pangan (palawija) dan tanaman semusim lainnya
Tanah gambut yang sesuai untuk tanaman semusim adalah gambut dangkal dan gambut sedang. Pengelolaan air perlu diperhatikan agar air tanah tidak turun terlalu dalam atau drastis untuk mencegah terjadinya gejala kering tidak balik. Tanaman pangan memerlukan kondisi drainase yang baik untuk mencegah penyakit busuk pada bagian bawah tanaman dan meminimalkan pemakaian pupuk. Cassava (Manihot esculenta) atau tapioka menghasilkan lebih dari 50 ton/ha dengan pengelolaan yang baik dan merupakan tanaman pangan yang penting pada gambut oligotropik tropis dengan drainase yang baik.
2. Pemanfaatan Lahan dengan Sistem Agroforestri
Agroforestri adalah suatu sistem penggunaan lahan yang bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan hasil total secara lestari, dengan cara mengkombinasikan tanaman pangan/pakan ternak dengan tanaman pohon pada sebidang lahan yang sama, baik secara bersamaan atau secara bergantian, dengan menggunakan prhaktek-praktek pengolahan yang sesuai dengan kondisi ekologi, ekonomi, sosial dan budaya setempat. Dengan system ini maka lahan yang kosong dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga hasil yang didapatkan lebih maksimal.
Manfaat ekologis secara khusus sistem Agroforestri adalah sebagai berikut :
a) Mengurangi laju aliran permukaan, pencucian zat hara tanah dan erosi, karena pohon-pohon akan menghalangi terjadinya proses tersebut.
b) Perbaikan kondisi iklim makro, misalnya penurunan suhu permukaan tanah dan laju evaporasi melalui penutupan oleh tajuk pohon dan mulsa.
c) Peningkatan kadar unsur hara tanah, karena adanya serasah/humus.
d) Perbaikan struktur tanah karena adanya penambahan bahan organik yang terus menerus dari serasah yang membusuk.
Pada dasarnya sistem pertanian agroforestri ini sudah lama dikembangkan dan dipakai oleh petani dulu, yaitu mereka menanam tanaman besar berupa buah-buahan pada halaman rumahnya, dan disela-sela ditanami tanaman pertanian seperti cabe, tomat, dll. Sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih banyak daripada hanya ditanami satu jenis tanaman saja. Selain itu dengan teknik ini lahan yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan, sehingga tidak tersia-siakan. Hal ini juga bisa meningkatkan kesuburan tanah pada arela tersebut.
Secara ekonomi fungsi agroforestri dapat berperan untuk meningkatkan pendapatan dari pemilik lahan. Apabila tanah di halaman rumah dibiarkan saja maka tidak akan mendapatkan apa-apa, namun dengan ditanami tanaman maka hasilnya dapat di jual, atau kalau tidak di jual paling tidak bisa dipakai sendiri tanpa harus beli, seperti cabe, tomat, dll. Kalau tanah di halaman tersebut ditanami satu jenis saja sudah menguntungkan, apalagi kalau ditanami lebih dari satu tanaman, maka pendapatan juga akan meningkat. Secara sosial dengan penanaman dengan teknik ini bisa untuk beramal dengan membagi-bagi hasilnya pada tetangga yang membutuhkan, sehingga mampu meningkatkan rasa silaturahmi, persaudaraan dan juga keakraban. Selain itu apabila produksinya besar, maka dapat dimanfaatkan untuk membantu tetangga yang masih nganggur, sehingga bisa mengurangi pengangguran.
3. Pelestarian Lahan Potensial di Pegunungan/Perbukitan
Usaha pencegahan terjadinya lahan kritis di pegunungan antara lain:
a. Penanaman pohon pelindung (tanaman penutup tanah)
Fungsinya untuk menghambat penghancuran tanah lapisan atas oleh air hujan. Jenis tanaman yang paling cocok adalah tanaman reboisasi (pinus, jati, rasamala, dan cemara).
b. Penanaman secara kontur
Yaitu melakukan penanaman searah dengan garis kontur. Fungsinya untuk menghambat kecepatan aliran air dan memperbesar resapan air.
c. Penggunaan tehnik pengolahan lahan secara baik
Yaitu pengolahan tanah menurut garis kontur. Fungsinya untuk menghambat aliran air, sehingga tidak terjadi erosi dan pengikisan tanah yang terlalu besar.
d. Pembuatan teras. (sengkedan/terrassering)
Fungsinya untuk mengurangi panjang lereng, memperbesar resapan air, dan mengurangi erosi.
e. Pembuatan tanggul/guludan bersaluran
Fungsinya agar air hujan dapat tertampung dan meresap dalam tubuh.
|
| Keterangan gambar: a. Pergiliran tanaman (crop rotation) b. Pengendalian penggembalaan c. Reboisasi d. Bendungan alami kecil e. Memperkuat pinggir sungai f. Pengolahan tanah menurut garis kontur. |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar